UEFA Tak Ingin Liga Europa Dicemari Rasisme
UEFA akhirnya melakukan investigasi lebih lanjut setelah dua pemain Manchester City, Yaya Toure dan Mario Balotelli, mengaku telah diperlakukan rasis oleh suporter Porto di Liga Europa.
Meski sempat tertinggal, City akhirnya mengamankan leg pertama babak 32 besar Liga Europa setelah mengalahkan Porto 2-1. Tapi keberhasilan ‘The Eastland Boys’ ternyata dihantui oleh kasus rasisme yang dibuat oleh suporter Porto.
Rekan Balotelli, Yaya Toure, mendukung klaim sang penyerang Italia. Tapi Porto menegaskan bahwa nyanyian yang dikeluarkan suporternya telah di salah artikan.
Namun UEFA akhirnya bertindak tegas terhadap isu yang sedang marak menggerogoti indahnya sepakbola benua biru.
“Setelah mendengar komplain yang dikirimkan Manchester City, UEFA hari ini membuka proses pemeriksaan terhadap FC Porto setelah sikap tercela yang dilakukan suporternya (Sesuai pasal 11 regulasi disiplin UEFA) pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa melawan Manchester City pekan lalu,” begitu pernyataan UEFA dalam situs resminya.
“Badan komisi disiplin UEFA akan menangani kasus ini dalam 29 Maret,” jelasnya.
Kedua tim akan bertemu lagi pada 23 Februari di leg kedua saat Porto bertandang ke Etihad Stadium.































