77hoki
starbet
starbet
starbet
starbet
liga365
promosi365
olb365
7bet-agents
988bet
bursabet
Published On: Fri, Feb 3rd, 2012
Zona Liga Dunia | Dibaca: 365 kali | By admin

Rusuh Liga Mesir, Pejabat Setempat Mundur

Perdana Menteri Mesir Kamal el-Ganzouri telah membubarkan dewan Federasi Sepakbola Mesir, dan anggotanya dirujuk untuk melakukan interogasi dengan jaksa setelah pertandingan yang berakhir dengan bentrokan yang menewaskan lebih dari 70 orang fans.

Kamal el-Ganzouri mengumumkan keputusan tersebut dalam sesi darurat parlemen hari Kamis (2/2/2012), sehari setelah pertandingan antara Al-Ahly dan Al-Masry di Port Said yang merupakan hari kelam bagi sepakbola.

El-Ganzouri juga mengatakan, Gubernur provinsi Port Said dan kepala polisi daerah itu telah mengundurkan diri. Menurut Associated Press, saksi telah menyatakan bahwa polisi antihuru-hara hanya berdiri setelah pendukung tim tuan rumah Al-Masry bergegas masuk lapangan setelah timnya menang 3-1 atas Al-Ahly.

Sementara itu, pelatih Al-Ahly Manuel Jose telah kembali ke negera asalnya, Portugal untuk mempertimbangkan masa depannya.

“Saya dipukuli dengan kepalan tangan dan tendangan di kepala, leher dan kaki. (Di ruang ganti) Saya melihat fans kami meninggal sebelum kami sampai di sana dan kami tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada yang terjadi pada salah satu pemain, tapi kami merasakan kesedihan luar biasa dan dalam penerbangan kembali ke kota kami, tak ada yang berbicara, semua menghormati fans kami yang meninggal dalam kejadian itu,” terang Jose seperti dilansir The Guardian, Jumat (3/2/2012).

“Saya harus berpikir tentang kehidupan saya yang berbeda sekarang. Meskipun semua orang di sini sangat menyukai saya, pengalaman ini telah mengubah hidup saya sepenuhnya,” tuturnya.

Asisten pelatih Al-Ahly, Pedro Barny juga mengatakan, adanya pembiaran dari pihak kepolisian saat pendukung tim tuan rumah melempari para pemain dan fans Al-Ahly dengan batu bahkan dengan senapan.

“Apa yang terjadi adalah bencana yang tak terkatakan. Dari awal pertandingan, fans tim lawan seperti diizinkan untuk menembakkan roket kepada kami dan mereka melempari kami dengan batu tanpa intervensi apapun dari pihak keamanan,” kisahnya.

“Pada akhirnya, ternyata semuanya penuh kegilaan ketika tanpa peran keamanan di tribun. Kami mencoba untuk menyelamatkan nyawa dari beberapa fans, tapi banyak yang meninggal di depan mata kami,” tandasnya.

sepakbola

About the Author

-

Berita Terbaru